Sabtu, 19 Oktober 2013

Maafkan Cinta...

Sebuah pertemuan tanpa perkenalan, mengagumi memandangi dari kejauhan,, menikmati tiap sudut indahnya berdiri tak jauh diujung sana tepat dimana kamu bercengkrama dengan seseorang.

Aku tak begitu mempercayai suatu kebetulan ketika kita kembali dipertemukan, dengan segala kepolosan aku memberanikan diri menyelami kehidupanmu, yang kemudian telah membuatku kagum sesudahnya, walaupun itu hanya setitik air ditengah oase yang luas.

Terlihat begitu berat perjuanganmu, kamu begitu kuat! Sejujurnya aku iri, merasa tak percaya diri karena sampai saat ini aku belum bisa berbuat sesuatu yang layak dibanggakan.

Dengan candaku ingin sekali menghapus air matamu, dengan ceritaku selalu ingin hanya kamu yang tahu, berbagi memberi setulus hati..Layaknya manusia yang tak pernah sempurna kesalahan-kesalahan kerap kali aku lakukan, khilaf dari tutur kata dan perbuatan meluncur dari lidah tak bertulang ini.

"Basi! Ulangi terus saja seperti ini, minta maaf - dimaafin - bikin kesalahan yang sama, selalu begitu berulang-ulang, intonasi bernafas emosi selalu terngiang dan terekam dalam ingatan, sekaligus juga sebagai renungan untuk kembali bangkit dan tidak melakukan hal yang sama untuk kesekian kali.

"Kamu hadir disaat yang tepat, disaat aku membutuhkan seseorang, semua yang aku inginkan ada didirimu, kehangatan, perhatian, segalanya buatku melupakan sejenak penat di hati". Walaupun pada awalnya aku bersikeras tidak pernah sedikitpun mempersilahkan kamu mengisi kekosongan ini, aku coba berlari namun langkah ini justru mengisyaratkan untuk tetap di tempat. Inikah cinta?

Pintu ini sudah terbuka, kunci nya sudah kamu pegang, akankah kita mampu menguncinya bersamaan? Atau justru kamu memaksakan ingin menutup rapat sendiri agar tidak ada orang lain yang sanggup memasukinya? Bisa juga malah aku yang akan membanting dengan keras pintu ini sehingga tidak lagi berbentuk?

Tuhan pasti punya cerita indah untuk "aku dan kamu", ditemani sang waktu yang akan mempertegas dan  memperindah semua ini, kelak di kemudian hari menjadi "kita".

Tidak ingin berakhir,, tak ingin selesai  sampai disini,, masih ingin memperjuangkan semua, akupun berharap kamu merasakan yang sama.. Maafkan Cinta...

Selesai...

-Balada Penulis Amatir-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar