Sebuah pertemuan tanpa perkenalan, mengagumi memandangi dari kejauhan,,
menikmati tiap sudut indahnya berdiri tak jauh diujung sana tepat dimana
kamu bercengkrama dengan seseorang.
Aku tak begitu mempercayai suatu kebetulan ketika kita kembali
dipertemukan, dengan segala kepolosan aku memberanikan diri menyelami
kehidupanmu, yang kemudian telah membuatku kagum sesudahnya, walaupun
itu hanya setitik air ditengah oase yang luas.
Terlihat begitu berat perjuanganmu, kamu begitu kuat! Sejujurnya aku
iri, merasa tak percaya diri karena sampai saat ini aku belum bisa
berbuat sesuatu yang layak dibanggakan.
Dengan candaku ingin sekali menghapus air matamu, dengan ceritaku selalu
ingin hanya kamu yang tahu, berbagi memberi setulus hati..Layaknya manusia yang tak pernah sempurna kesalahan-kesalahan kerap kali
aku lakukan, khilaf dari tutur kata dan perbuatan meluncur dari lidah
tak bertulang ini.
"Basi! Ulangi terus saja seperti ini, minta maaf - dimaafin - bikin
kesalahan yang sama, selalu begitu berulang-ulang, intonasi bernafas
emosi selalu terngiang dan terekam dalam ingatan, sekaligus juga sebagai
renungan untuk kembali bangkit dan tidak melakukan hal yang sama untuk
kesekian kali.
"Kamu hadir disaat yang tepat, disaat aku membutuhkan seseorang, semua
yang aku inginkan ada didirimu, kehangatan, perhatian, segalanya buatku
melupakan sejenak penat di hati". Walaupun pada awalnya aku bersikeras
tidak pernah sedikitpun mempersilahkan kamu mengisi kekosongan ini, aku
coba berlari namun langkah ini justru mengisyaratkan untuk tetap di
tempat. Inikah cinta?
Pintu ini sudah terbuka, kunci nya sudah kamu pegang, akankah kita mampu
menguncinya bersamaan? Atau justru kamu memaksakan ingin menutup rapat
sendiri agar tidak ada orang lain yang sanggup memasukinya? Bisa juga
malah aku yang akan membanting dengan keras pintu ini sehingga tidak
lagi berbentuk?
Tuhan pasti punya cerita indah untuk "aku dan kamu", ditemani sang waktu
yang akan mempertegas dan memperindah semua ini, kelak di kemudian
hari menjadi "kita".
Tidak ingin berakhir,, tak ingin selesai sampai disini,, masih ingin
memperjuangkan semua, akupun berharap kamu merasakan yang sama.. Maafkan
Cinta...
Selesai...
-Balada Penulis Amatir-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar