H+4 pasca gagal digelarnya pertandingan antara dua tim besar yang kerap
kali disebut orang-orang sebagai partai El Classico Indonesia, Persija
Jakarta menghadapi Persib Bandung, masih menyisakan drama menarik yang
menyelimuti.
Mulai dari aksi sweeping yang dilakukan suporter Persib terhadap
kendaraan dengan nomor kendaraan "B" pasca kejadian, yang sama sekali
tidak dalam koridor, jika ingin sedikit bercoleteh, huruf "B" dalam plat
nomor Jakarta, jika tidak ada konsonan kata dalam "Persib maupun
Bandung" maka akan menjadi "Persi dan Andung".
Belum lagi pemberitaan di media yang menurut saya cenderung berat
sebelah, dan hanya melihat kejadian terakhir yang ada, tanpa melihat
kejadian sebelumnya yang pernah ada. Seperti sebuah pernyataan dari
Djoko Driyono sebagai CEO PT. Liga Indonesia yang mengatakan "Jika tim
tamu sampai menggunakan kendaraan rantis/barracuda, lebih baik
pertandingan dihentikan" lalu apakabarnya Persija ketika bertandang ke
Bandung di 3 tahun terakhir pak Djokdri?
Belum lagi komentar Manajer Persib Umuh Muchtar yang sangat rajin
"berceloteh" di media, yang parahnya ketika dia melontarkan statement,
"Adanya rencana pembunuhan terhadap pemain Persib" Hai pak? Apakah hanya
segitu saja mental nya? Pada akhirnya saya pun mengiyakan pernyataan
Ismed Sofyan "Pemain Persib tidak gentleman"
Terakhir yang saya dapatkan, tentu saja ocehan Dede Yusuf eks wakil
Gubernur Jawa Barat diakun twitternya @dedeyusuf1 ketika ditanya apakah
Persija ketika bermain di Bandung dihormati dan dilindungi, beliau
menjawab "Dilindungi" , mungkin pejabat yang sekaligus artis ini lupa,
contoh terjelas di medio 18 Maret 2011, pada saat itu bis Persija hancur
ditimpukin, meskipun pemain selamat karena sudah dievakuasi menggunakan
barracuda, namun dua official Persija, Bang Mansyur dan Bang Udin yang
ada di dalam bis terluka. Kejadian itu terjadi pada saat Dede Yusuf
masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat, apakah bapak lupa?
Babak akhir romantika ini berujung pada keputusan PT. Liga Indonesia
yang menyatakan bahwa pertandingan antara kedua tim akan digelar ulang,
pada tanggal 28 Agustus 2013, dengan tempat yang belum ditentukan sampai
tulisan ini tersaji.
Sebagai suporter Persija, saya melihat ini sebuah kerugian ketika harus
menggelar pertandingan ulang, pertama tentunya dari segi biaya, disaat
sudah menyewa segala macam bentuk teknis pertandingan mulai dari sewa
SUGBK, uang keamanan, dan yang lain, tanpa ada pemasukan karena tanpa
penonton, yang lalu kemudian pertandingan harus diulang. Belum lagi dari
persiapan secara teknis strategi, maupun non teknis ketika akan
menyambut pertandingan ulangan ini. Tapi saya yakin, Persija dengan
semua pemain yang ada saat ini, akan memberikan permainan terbaik
dimanapun pertandingan nantinya digelar.
Tulisan ini mungkin tidak akan membawa pengaruh besar dalam proses
keseluruhan yang sudah terjadi, ketika tulisan ini naik, saya pun sudah
bergegas menuju SUGBK, memberikan dukungan untuk Persija yang akan
meladeni Persita Tangerang, karena saat ini itu yang lebih penting,
tidak hanya buat saya, tapi untuk seluruh suporter Persija.
tulisan bang zani mah jurnalis banget hhe :')
BalasHapus