Suatu hubungan yang terpisahkan jarak, terpisahkan ruang dan waktu, yang
ngetrend disebut LDR (Long Distance Relationship), menjadi momok hampir
setiap orang yang sedang menjalani, baik yang akhirnya berhasil sampai
jenjang lebih serius ataupun terhenti di persimpangan.
Guys, pasti pernah dong ya, ngalamin suatu periode dimasa pacaran,
dimana bosen, stuck, atau enggak tau lagi mau berbuat apa tentang
hubungan aku dan kamu nya kalian, ehmm.. Kalo ini, jangankan LDR, yang
deketan aja pasti pernah ya mengalami, ayo jujur? :')
Ketika ada di titik jenuh, bingung bagaimana hubungan bisa terus atau
enggak, yang berdekatan mungkin bisa dengan mudah menyelesaikan,
bertemu, tatap muka, bicarakan semuanya, (setidaknya hal ini pernah saya
rasakan saat wanita yang pernah jadi khayalan saya ternyata memiliki
mimpi yang berbeda)
Lalu bagaimana cara LDR mengakhiri, ini yang sulit, dua kali
sakit, lebih perih, karena belum tentu bisa bertemu untuk
mengejawantahkan apa yang ada di hati, ataupun kalo ada kesempatan
bertatap muka, apakah kamu tega langsung mengutarakan begitu saja? Aku
sih enggak. :')
Manusia itu harus tahu, kapan saatnya berjalan dan kapan saatnya istirahat (baca : berhenti) -Bambang Pamungkas-
Selesai...
-Balada Penulis Amatir-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar