Kompetisi ISL musim 2013-2014 memang tinggal hitungan bulan, jika tak
ada aral rintangan kick off akan dimulai akhir Januari 2014. Persiapan
jelang bergulirnya kompetisi beberapa tim sudah hampir merampungkan
skuadnya.
Ada tim yang tidak banyak merombak pemain di musim sebelumnya demi
menjaga kekompakan, ada juga tim yang rela merogoh kocek yang cukup
dalam untuk merekrut pemain. Sedikit mengikuti perkembangan lalu lintas transfer musim ini, saya
sedikit tercengang dengan nominal uang yang mesti dikeluarkan sebuah
klub untuk mendapatkan tandatangan pemain incarannya.
Razak Omotoyossi, striker kelahiran Nigeria dan bermain untuk Timnas
Benin misalnya, Sriwijaya FC sempat ditawarkan oleh agen pemain yang
terakhir bermain untuk klub Zamalek, Mesir ini dengan harga 350 ribu
euro jika dikonversi kedalam mata uang rupiah sebesar 5.5M, harga yang cukup fantastik.
Nilai tersebut bahkan terkesan tidak menjadi masalah untuk bisa
dipenuhi, mengutip pernyataan Manajer SFC, Robert Heri yang
mengungkapkan sudah ada komunikasi intensif SFC dengan Razak Omotoyossi,
bahkan sudah ada kesepakatan soal nilai kontrak dan keinginan pemain
tersebut, namun karena dia masih terikat kontrak dengan Zamalek klub
sebelumnya, ini menjadi sedikit hambatan SFC untuk merekrutnya.
Sejujurnya saya iri, ketika apa yang dilakukan SFC juga hampir sama di
aplikasikan Persib, untuk musim depan mengutip pernyataan Djajang
Nurjaman bahwa Persib masih terus mengejar pemain Timnas Burkina Faso,
Keba Paul Koulibaly untuk bisa bagian dari skuad musim depan, harga
untuk pemain ini pun cukup gila, 8M!
Lebih lanjut Djajang mengungkapkan "Awalnya Persib tidak terlalu
bernafsu mengejar Koulibaly karena pada saat masuk radar buruan pemain
tersebut masih konsentrasi membela negaranya untuk lolos Piala Dunia
2014, namun ketika dipastikan Burkina Faso sudah tersingkir kami semakin
serius mengejar tandatangan pemain tersebut"
Hal seperti ini memang bukan jadi hal yang pertama terjadi di Indonesia,
masih segar di ingatan ketika Persib merekrut Sergio Van Dijk dengan
nominal 2.5M untuk semusim, dan ada beberapa pemain lain seperti
Cristian Gonzales, Beto Gonzalves yang kisaran kontraknya berada di
nominal 1M. Untuk ukuran pemain lokal Boaz Sollosa dan Bambang Pamungkas
pernah mencatatkan menjadi pemain lokal dengan harga cukup mengiurkan
di kisaran 1M sampai 1.5M
Lalu apa korelasinya dengan Persija? Melihat hal ini akan sungguh menjadi bertolak belakang dengan kondisi
yang dialami Persija, setidaknya dalam 2 musim terakhir. Macan Kemayoran
justru kesulitan membayar gaji para pemainnya. Bahkan untuk persiapan
musim depan, Persija hingga hari ini 21 November 2013, tepat seminggu
menghitung mundur hari jadi ke-85 tim Ibukota masih belum membentuk
skuad, miris!.
Saya memang orang yang awam untuk urusan negosiasi dengan pihak sponsor,
keinginan manajemen dan harga yang ditawarkan sampai bisa deal menjalin menjadi
sebuah kerjasama. Tapi jika melihat kondisi Jakarta sendiri yang semua kegiatan bisnis berpusat disini, hampir mustahil mengatakan kalau tak ada yang berminat menjadi sponsor Persija.
Hitung mundur seminggu jelang 85 tahun Persija, Please God Save Persija,
kembalilah mengaum buktikan kepada dunia cakarmu masih tajam!.
Note : Data untuk besaran nilai kontrak hanya rataan umum dari berbagai sumber untuk melengkapi tulisan, sudah menjadi hal biasa dalam sepakbola Indonesia tidak pernah secara gamblang menyebutkan suatu angka tertentu.
#MantaBP
BalasHapus