Sudah barang tentu, begitu pertama kali mendengar atau
membaca kata “Karma” tidak jarang aliran negatif mengalir, hal yang buruk
terekam, hingga sesuatu yang tidak baik terkandung dalam kata “Karma” . Bahkan
sering kali juga terkesan seperti mendoakan terhadap apa yang sudah terjadi
sebelumnya untuk mengalami hal yang sama atau bahkan lebih.
Niat baik pastinya akan membuahkan hasil yang baik pula, begitupula
sebaliknya jangan sekalipun ada niatan untuk melakukan niat buruk untuk orang
lain, apapun alasannya niscaya jawaban dari niat itu akan berujung tak baik. “Kalo
enggak mau dicubit, jangan lebih dulu mencubit” klise memang tapi itu yang
kerap terjadi dari analogi kecil “Karma” yang sering kali menjadi pembicaraan.
Sah-sah saja bila kemudian ada yang menganggap “Karma” itu tidak ada, hanya sebatas sugest atau malah hanya guyonan semata.Satu hal yang perlu ditarik garis jangan kemudian menjadikan “Karma” sebagai sebuah doa, umpatan maupun sumpah serapah untuk orang lain, karena selalu percaya Tuhan itu Maha Asyik, ketika ucapan bisa menjadi sebuah doa yang di penuhi Tuhan, maka akan lebih baik mendoakan untuk menjadi baik.
Sah-sah saja bila kemudian ada yang menganggap “Karma” itu tidak ada, hanya sebatas sugest atau malah hanya guyonan semata.Satu hal yang perlu ditarik garis jangan kemudian menjadikan “Karma” sebagai sebuah doa, umpatan maupun sumpah serapah untuk orang lain, karena selalu percaya Tuhan itu Maha Asyik, ketika ucapan bisa menjadi sebuah doa yang di penuhi Tuhan, maka akan lebih baik mendoakan untuk menjadi baik.
Karena tanpa perlu menjadi sebuah doa, karma selalu ada….
Selesai...
-Balada Penulis Amatir-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar