Ketika orang sedang jatuh cinta, apa-apa berdua, kemana-mana selalu
berdua, bahkan waktu 1x24 jam sehari pun terasa kurang untuk dilalui
bersama. Laporan lagi dimana lagi sama siapa, mau ngapain, menjadi aktifitas yang
menjadi suatu keharusan untuk dilakukan, tak jarang bisa juga menjadi
penyebab selisih paham, berantem jika lalai atau sengaja melupakan.
Memang masih bisa dimaklumi untuk melakukan hal-hal tersebut, karena
kamu sudah tidak sendiri, ada orang lain yang memikirkan kamu, ada yang
khawatir sama kamu. Jangan lupa juga ada orang yang telah mempercayakan
perasaannya di serahkan ke kamu.
Tak jarang pula, seluruh aktifitas social media tak luput dari perhatian
atau malah akses masuk socmed yang awalnya hanya milik pribadi menjadi
milik berdua. "Dapat Mention ini dipertanyakan, ada Direct Message itu dipermasalahkan, suggest yang berlebihan, curiga yang tak beralasan. Padahal jika tujuannya agar pasangan kamu bisa terpantau,
atau tidak selingkuh, ketakutan kamu justru malah akan menjadi nyata.
Ketakutan, tak ingin kehilangan, rasa cemburu sangat wajar terjadi, akan tetapi menjadi tidak wajar ketika kehidupan kamu hanya ada, terus-terusan, melulu hanya untuk pacar, pacar dan pacar. Masih banyak kegiatan diluar sana yang bisa kamu lakukan seimbang. Bukankah sebelum memiliki pacar, aktifitas kamu yang telah menjadi "pacar" setia selama ini?
Apakah saling percaya tak cukup sehingga harus mengakusisi seluruh ruang
pribadi pasangan kamu? Toh banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk
berpaling lantas meninggalkan, tanpa perlu menguasai area terdalam dari
pasangan kamu.
Kepercayaan itu penting, ketika sudah dipercaya akan menjadi sangat penting untuk menjaganya.
Selesai...
-Balada Penulis Amatir-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar