Kamu pergi, dan tak pernah kembali, aku tahu itu.. Kamu hilang
meninggalkan jejak perih di hati aku pun menyadari. Aku susah melupakan
kenangan tentangmu, tentang kita, diri ini memahami.
Sejak saat itu, saat kamu menghilang, melepaskan, kemudian mengenyahkan
apa yang pernah terjadi diantara kita. Kamu entah ada dimana, tak
berwujud rimbanya, Tanpa pesan, aku merindu. Hingga pada satu titik
waktu aku menyerah, tidak ada lagi tentangmu di relung hati.
Aku berusaha kembali bermimpi, masih sama kala aku bersamamu, tapi kali
ini tidak denganmu, berjalan sendiri menyusuri waktu yang ku lalui,
bukan untuk kamu, untuk aku sendiri. Kemudian aku mampu tersenyum lagi
suatu hal yang sangat jarang terjadi saat kamu begitu saja hilang dari
hidupku.
Tidak sedikit waktu yang aku buang percuma hanya untuk mengikis semua
tentang kamu, setidaknya itu bisa dilihat dari penilaian orang-orang
disekeliling aku, yang tanpa ku sadari tulus menyayangi aku, sangat jauh
berbeda dengan apa yang sudah kamu lakukan.
Hari demi hari aku jalani, aku sibukkan diri dengan kegiatan yang justru
aku tinggalkan saat masih ada dalam pelukanmu. Menghabiskan waktu
berkualitas bersama teman, sahabat, keluarga yang selama bersamamu lebih
banyak terabaikan. Perlahan tapi meyakinkan tak ada lagi namamu di
fikiranku, lepas bebas. Aku seperti anak TK yang sedang bermain dengan
leluasa, seperti burung yang dilepaskan dari sangkarnya oleh pemiliknya.
Sangat aku sesali, penyesalan yang teramat dalam saat kamu datang
(lagi), entah kenapa pertahanan yang sudah susah payah aku bangun, lama
nya waktu yang tak sedikit aku butuhkan untuk lupakanmu, runtuh begitu
saja.
Memori liar mengudara, kangen begitu dalam justru lebih berkuasa
ketimbang logika yang harusnya lebih menguasai alam bawah sadar aku.
Hati kecil aku berkata jujur, pertahanan aku tak kuat, sampai tak sadar
bibir ini terucap sambil menatap matamu yang indah, "memang lebih baik,
terutama untuk aku, kita enggak usah bertemu lagi ya, berharap kau pun
sadari, jalan kita selesai sampai disini."
Selesai...
-Balada Penulis Amatir-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar